Ide Bisnis yang Lebih Baik

Monday, May 25, 2015

Kakao Lestari Cargill

Cargill, Inc., perusahaan raksasa di bidang komoditas pertanian, energi dan keuangan asal AS, punya niat serius mengembangkan bisnis kakao yang lestari di Indonesia, notabene penghasil kakao terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Lokasi tepatnya ada di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Pada Sabtu (16/5) lalu, Cargill telah meneken nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama dengan lembaga nirlaba Swisscontact. Hal itu merupakan tindak lanjut dari investasi US$ 100 juta yang akan dijalankan Cargill di Indonesia.

Selanjutnya, Cargill akan menyediakan transfer teknologi budi-daya kakao yang berbiaya murah kepada para petani di Soppeng. Selain itu, ada juga pelatihan teknik bertani yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta pendirian organisasi petani kakao. Kelak, organisasi itu akan berperan sebagai institusi yang akan mensertifikasi hasil tani kakao demi menjaga standar kualitas hasil panen. 

Cargill percaya bahwa program ini akan saling-menguntungkan para petani dan konsumennya:
"Upaya memperbaiki produktivitas para petani kako dan hasil panennya akan meningkatkan laba serta kualitas hidup petani kakao dan keluarganya. Tentu saja hal tersebut akan membantu kami dalam mewujudkan tujuan Cargill untuk mengembangkan rantai pasok kakao lestari dan meningkatkan kualitas kakao bagi konsumen kami," Pither Sutardji, Cocoa Sourcing Manager, Cargill Cocoa & Chocolate.
CARGILL COCOA PROMISE
Pengembangan bisnis kakao lestari merupakan janji manis Cargill yang disebut "Cargill Cocoa Promise". Berbicara soal kakao lestari, sebetulnya ada juga National Reference Group Kakao Lestari yang beranggotakan eberapa bpemangku kepentingan industri kakao di dalam negeri. Jika program "Cargill Cocoa Promise" di Indonesia bisa terintegrasi dengan forum ini, maka sebuah shared platform bisa terwujud lebih baik demi kakao lestari.

2 comments:

  1. Cocoa Cargill Promise di Indonesia konsepnya sih bagus, tapi implementasinya gimana? Itu yg penting.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan suudzon. Mendingan Cargill daripada perusahaan lokal yg boro-boro punya konsep, malah melanggar aturan sana-sini.

      Delete