Ide Bisnis yang Lebih Baik

Monday, April 6, 2015

Tri Mumpuni & Proyek 35.000 MW

Kompas.com pada Selasa (24/3) menulis kritik proyek 35.000 MW Presiden Jokowi. Kritik pedas itu patut dicatat karena dilontarkan Tri Mumpuni:
Tapi ini (proyek 35.000 MW -Red) didesain untuk pengusaha kaya semua. Itu tidak efektif untuk membangun ekonomi kerakyatan sama sekali...Krisis energi hanya untuk yang kaya-kaya saja. Yang di sana (tempat terpencil, -Red), 70 tahun setelah merdeka belum merasakan listrik tak teriak krisis energi seperti rumah harus 10.000 VA. Sementara, di desa bisa hidup dengan 50 VA. Ini ketidakadilan yang diciptakan oleh pemerintah juga." Tri Mumpuni, Direktur Ibeka.
Lebih lanjut, Tri mengungkapkan bahwa sebenarnya kini banyak tenaga ahli yang rela turun ke wilayah terpencil untuk membangun pembangkit listrik. Namun, pemerintah belum memfasilitasi dan memobilisasi mereka. Sebab, pemerintah cenderung fokus dengan megaproyek.  

Bersama Sang Suami, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, Tri Mumpuni menggawangi menggawangi Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) sejak tahun 1992. Ibeka merupakan institusi kewirausahaan sosial (social entreprenurship) yang mengembangkan kegiatan sosial-ekonomi di komunitas terpencil melalui penggunaan teknologi ramah-lingkungan, seperti pembangkit listrik tenaga air atau mikrohidro.

Pengakuan atas karya Tri Mumpuni dan Ibeka tak hanya datang dari dalam negeri, melainkan dari komunitas internasional. Seperti dikutip The Huffington Post dari AP, Tri Mumpuni meraih penghargaan Ramon Magsaysay pada tahun 2011. Anugerah bergengsi tersebut sering disebut Hadiah Nobel-nya Asia:
"Mumpuni's business group IBEKA based in West Java has built 60 community-run hydropower plants with 5 to 250 kilowatts capacity. It has provided electricity to 500,000 people in rural Indonesia." -- The Huffington Post
Tak kurang dari Presiden AS Barack Obama pun secara langsung mengundang Tri Mumpuni ke Washington D.C. dan mengakui karya-karya kewirausahaan sosialnya bersama Ibeka:
"We’ve got social entrepreneurs like Tri Mumpuni, who has helped rural communities in Indonesia -- (applause) -- harness the electricity, and revenues, of hydro-power," President Barack Obama
Jadi, patut menjadi pertanyaan besar kalau Presiden Jokowi tak melibatkan sosok sekaliber Tri Mumpuni dalam proyek 35.000 MW. Memang, Tri Mumpuni dikenal luas sebagai sosok yang integritasnya tak bisa ditawar-tawar dan tanpa tedeng aling-aling bisa bersuara lantang memberi kritik.

Suatu kali, Tri Mumpuni pernah diundang menjadi juri pemilihan wirausaha sosial oleh lembaga keuangan internasional. Karena ia merasa tidak sreg dengan kriteria penjurian, ia langsung mengundurkan diri dan memprotes lembaga tersebut. Akhirnya, lembaga itu pun meminta maaf secara resmi. (***)


0 comments:

Post a Comment